Minggu, 23 November 2014

Kenangan

Banyak orang berkata, masa yang paling indah adalah saat kita remaja. Pada waktu itu usiaku baru menginjak 15 tahun, masih terlalu muda untuk mengenal cinta. Aku belum mengerti apa arti mencintai dan dicintai sampai aku bertemu dengannnya.
Aku baru saja lulus dari SMP dan hari ini hari pertamaku masuk di SMA, aku berhasil masuk di salah satu SMA favorit di Jakarta. Di sekolah baruku ini, aku belum banyak dapat kenalan. Tiba-tiba ada salah satu temen sekelasku menghampiriku. Dia mengajakku berkenalan, namanya adalah Ryo. Aku senang sekali pada saat itu. Aku dan Ryo saling bertukar cerita satu sama lain. Aku baru tau kalau ternyata dulu kami bersekolah di SMP yang sama dan rumah kami berdekatan. Ryo bilang dia sering memperhatikanku dulu, tapi aku tidak menyadarinya. Ryo sering membantuku saat aku sedang mengalami kesulitan. Dia juga pernah rela hujan-hujanan demi menjemputku pulang dari bimbel, dan dari situ juga aku mulai menyukainya. Aku penasaran apakah Ryo memiliki perasaan yang sama terhadapku juga atau dia hanya menganggapku sebatas sahabat saja? Hal ini membuatku resah dan terus memikirkannya. Sudah 1 tahun ini aku dekat dengan Ryo dan sering menghabiskan waktu  bersamanya. Tapi, belum ada kata cinta yang keluar dari mulutnya. Mungkin hanya firasatku saja kalau kami memiliki perasaan yang sama.
Pada suatu ketika aku melihat Ryo jalan berduaan dengan gadis lain di sebuah mall. Mereka terlihat sangat akrab. Aku tidak tahu gadis itu siapa, Ryo tidak pernah bercerita apapun tentangnya. Hanya dengan melihatnya saja hatiku seperti ditusuk ratusan duri, sakit sekali rasanya dan seketika itu juga air mataku jatuh menetes. Aku baru sadar betapa dalamnya aku mencintai Ryo. Keesokan harinya aku mengajak Ryo ketemuan di sebuah cafe, aku memberanikan diri untuk bertanya mengenai gadis itu. Dan ternyata dugaanku benar, Ryo sudah jadian dengan gadis itu. Aku mengucapkan selamat padanya dan  memaksakan diri untuk tersenyum. Tetapi aku tidak sanggup menahannya hingga aku menangis didepan Ryo.  Ryo terkejut melihatku menangis dan bertanya padaku kenapa. Awalnya aku enggan untuk menyatakan perasaanku yang sebenarnya, tapi aku tidak mau memendam perasaanku lebih lama lagi. Akhirnya aku bilang bahwa aku  mencintai Ryo. Ryo hanya terdiam dan meminta maaf padaku bahwa dia tidak menyadari perasaanku selama ini. Aku tahu ini bukan salahnya. Aku memutuskan untuk menjauh darinya agar bisa melupakan perasaan ini.

Aku menjalani hari-hariku tanpa Ryo, tidak ada lagi komunikasi dengannya, perhatian darinya, canda tawanya, semuanya hilang begitu saja seperti aku tidak pernah mengenalnya. Sebulan telah berlalu, aku sudah mulai bisa melupakan perasaanku padanya sedikit demi sedikit. Meskipun itu sulit tapi aku akan terus berusaha untuk tidak memikirkan masa lalu lagi. Kini Ryo hanya menjadi kenangan untukku.

4 komentar:

  1. cerita asli atau ngarang pribadi ??? #bagus

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah sekarang lu udah nikah dan gw ikut bahagia tpi kenapa gw gak diundang di acara pernikahan lu?
    Padahal gw daridulu kan berharap banget untuk hadir.

    BalasHapus