Banyak
orang berkata, masa yang paling indah adalah saat kita remaja. Pada waktu itu
usiaku baru menginjak 15 tahun, masih terlalu muda untuk mengenal cinta. Aku
belum mengerti apa arti mencintai dan dicintai sampai aku bertemu dengannnya.
Aku
baru saja lulus dari SMP dan hari ini hari pertamaku masuk di SMA, aku berhasil
masuk di salah satu SMA favorit di Jakarta. Di sekolah baruku ini, aku belum
banyak dapat kenalan. Tiba-tiba ada salah satu temen sekelasku menghampiriku.
Dia mengajakku berkenalan, namanya adalah Ryo. Aku senang sekali pada saat itu.
Aku dan Ryo saling bertukar cerita satu sama lain. Aku baru tau kalau ternyata
dulu kami bersekolah di SMP yang sama dan rumah kami berdekatan. Ryo bilang dia
sering memperhatikanku dulu, tapi aku tidak menyadarinya. Ryo sering membantuku
saat aku sedang mengalami kesulitan. Dia juga pernah rela hujan-hujanan demi
menjemputku pulang dari bimbel, dan dari situ juga aku mulai menyukainya. Aku penasaran
apakah Ryo memiliki perasaan yang sama terhadapku juga atau dia hanya menganggapku
sebatas sahabat saja? Hal ini membuatku resah dan terus memikirkannya. Sudah 1
tahun ini aku dekat dengan Ryo dan sering menghabiskan waktu bersamanya. Tapi, belum ada kata cinta yang
keluar dari mulutnya. Mungkin hanya firasatku saja kalau kami memiliki perasaan
yang sama.
Pada
suatu ketika aku melihat Ryo jalan berduaan dengan gadis lain di sebuah mall.
Mereka terlihat sangat akrab. Aku tidak tahu gadis itu siapa, Ryo tidak pernah
bercerita apapun tentangnya. Hanya dengan melihatnya saja hatiku seperti
ditusuk ratusan duri, sakit sekali rasanya dan seketika itu juga air mataku
jatuh menetes. Aku baru sadar betapa dalamnya aku mencintai Ryo. Keesokan
harinya aku mengajak Ryo ketemuan di sebuah cafe, aku memberanikan diri untuk
bertanya mengenai gadis itu. Dan ternyata dugaanku benar, Ryo sudah jadian dengan
gadis itu. Aku mengucapkan selamat padanya dan
memaksakan diri untuk tersenyum. Tetapi aku tidak sanggup menahannya
hingga aku menangis didepan Ryo. Ryo
terkejut melihatku menangis dan bertanya padaku kenapa. Awalnya aku enggan
untuk menyatakan perasaanku yang sebenarnya, tapi aku tidak mau memendam perasaanku
lebih lama lagi. Akhirnya aku bilang bahwa aku
mencintai Ryo. Ryo hanya terdiam dan meminta maaf padaku bahwa dia tidak
menyadari perasaanku selama ini. Aku tahu ini bukan salahnya. Aku memutuskan
untuk menjauh darinya agar bisa melupakan perasaan ini.
Aku
menjalani hari-hariku tanpa Ryo, tidak ada lagi komunikasi dengannya, perhatian
darinya, canda tawanya, semuanya hilang begitu saja seperti aku tidak pernah
mengenalnya. Sebulan telah berlalu, aku sudah mulai bisa melupakan perasaanku padanya
sedikit demi sedikit. Meskipun itu sulit tapi aku akan terus berusaha untuk
tidak memikirkan masa lalu lagi. Kini Ryo hanya menjadi kenangan untukku.
cerita asli atau ngarang pribadi ??? #bagus
BalasHapusNgarang pribadi dong hehe thankyouu
Hapuskomentnan gw kenapa dihapus???
HapusAlhamdulillah sekarang lu udah nikah dan gw ikut bahagia tpi kenapa gw gak diundang di acara pernikahan lu?
BalasHapusPadahal gw daridulu kan berharap banget untuk hadir.