APRESIASI
BUDAYA
Apresiasi budaya adalah kesanggupan untuk menerima dan
memberikan penghargaan, penilaian, pengertian terhadap hal-hal yang berkaitan
dengan budi dan akal manusia. Kebudayaan perlu diapresiasi dengan harapan kita
sebagai manusia dapat memperlihatkan rasa menghargai karya yang dihasilkan dari
akal dan budi manusia. Apresiasi diperlukan untuk tetap menjaga nilai-nilai
budaya yang ada agar tetap hidup dan selalu lestari, juga dapat dikembangkan
menjadi lebih baik. Melalui apresiasi, seorang pencipta dapat memperoleh
masukan, ide, saran, kritik, dan pujian untuk karyanya. Melalui ide, saran,
masukan, dan kritik tersebut jugalah para pencipta diharapkan dapan membuat
karya yang lebih baik lagi.
HUBUNGAN
ETIKA DAN BUDAYA
Etika
perusahaan menyangkut hubungan :
- Perusahaan dan karyawan sebagai satu kesatuan dengan lingkungannya (misalnya dengan perusahaan lain atau masyarakat setempat).
- Etika kerja terkait antara perusahaan dengan karyawan.
- Etika perorangan mengatur hubungan antar karyawan.
Faktor
utama yang dapat menciptakan iklim etika dalam perusahaan :
- Terciptanya budaya perusahaan secara baik.
- Terbangunnya suatu kondisi organisasi berdasarkan saling percaya (trust-based- organization).
- Terbentuknya manajemen hubungan antar pegawai (employee relationship management).
Iklim etika dalam perusahaan dipengaruhi oleh adanya interaksi beberapa faktor :
- Faktor kepentingan diri sendiri
- Keuntungan perusahaan
- Pelaksanaan efisiensi
- Kepentingan kelompok
CONTOH KASUS
Bakti Budaya oleh Djarum Fondation didirikan dengan tujuan untuk ikut andil dan berusaha mendukung kreatifitas masyarakat dengan bekerjasama dalam program-program yang mempunyai misi mengangkat potensi kekayaan budaya Indonesia.
Sejak tahun 1992, melalui program Djarum
Apresiasi Budaya, Djarum telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, antara
lain Bengkel Teater Rendra, Teater Koma, Putu Wijaya, Teater Mandiri, Butet
Kartaredjasa, Teater Gandrik, dan lain-lain. Ada banyak konser musik yang telah
disajikan antara lain; Djaduk Ferianto, Indra Lesmana, Ireng Maulana, dan
lain-lain. Selain itu, masih ada banyak sekali budayawan, seniman, maupun
kelompok kesenian yang telah menjalin kerjasama dalam mengaktualisasikan
gagasan kreatifnya.
Memasuki tahun 2011, Djarum Bakti Budaya
melakukan berbagai usaha untuk memperkenalkan, mengembangkan dan memelihara
warisan luhur budaya bangsa, antara lain menggandeng Perkumpulan Rumah Pesona
Kain, menyelenggarakan Pesona Batik Kudus, yaitu suatu kegiatan yang bertujuan
untuk mengangkat daya apresiasi terhadap hasil kerajinan asli Indonesia yang
sudah nyaris punah dan pembinaan terhadap pembatik Kudus. Usaha ini dilakukan
untuk melestarikan Batik Kudus dan membantu meningkatkan industri batik di kota
Kudus.
Program untuk
meningkatkan apresiasi terhadap seni sastra juga dibangun, antara lain bekerjasama
dengan Yayasan Lontar menerbitkan Seri buku Modern Library of Indonesia, yaitu
berupa terjemahan karya-karya sastra Indonesia ke dalam bahasa Inggris supaya
karya tersebut dapat dibaca dan dikenal oleh masyarakat internasional. Dukungan
terhadap perkembangan seni rupa juga semakin digiatkan, hal ini dibuktikan
dengan berpartisipasi di beberapa event, antara lain ArtJog 2011 dan
Bazaar Art Jakarta 2011. Selain mendukung event
seni rupa, kami juga bekerjasama dengan Rudi Mantofani dalam mewujudkan
pendirian Sculpture Super Smash, sebuah karya fenomenal yang dibangun di depan
GOR Bulutangkis Djarum, Jati, Kudus. Diharapkan monumen ini dapat memberikan
inspirasi bagi generasi muda untuk meraih prestasi tertinggi demi bakti pada
negeri.
Konsistensi dalam mengembangkan bentuk-bentuk kepedulian terhadap hasil budaya akan terus dilakukan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kekayaan dan keragaman budaya Indonesia.
Konsistensi dalam mengembangkan bentuk-bentuk kepedulian terhadap hasil budaya akan terus dilakukan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kekayaan dan keragaman budaya Indonesia.
ANALISIS DARI SISI ETIKA BISNIS
Apa yang dilakukan PT. Djarum dengan Djarum
Fondation-nya merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan
akan lingkungan, hubungan antara perusahan dan masyarakat, dan juga sebagai
investasi sosial perusahaan (corporate philantrophy).
Setidaknya
ada tiga alasan penting mengapa kalangan dunia usaha mesti merespon dan
mengembangkan tanggung jawab sosial sejalan dengan operasi usahanya.
- Perusahaan adalah bagian dari masyarakat dan oleh karenanya wajar bila perusahaan memperhatikan kepentingan masyarakat.
- Kalangan bisnis dan masyarakat sebaiknya memiliki hubungan yang bersifat simbiosis mutualisme.
- Kegiatan tanggung jawab sosial merupakan salah satu cara untuk meredam atau bahkan menghindari konflik sosial.
Dimana
perusahaan yang menerapkan hal ini akan lebih menekankan pembangunan sosial dan
pembangunan kapasitas masyarakat sehingga akan menggali potensi masyarakat
lokal yang menjadi modal sosial perusahaan untuk maju dan berkembang. Selain
dapat menciptakan peluang-peluang sosial-ekonomi masyarakat, dan menyerap
tenaga kerja, cara ini juga dapat membangun citra positif bagi perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar