Upaya Meningkatkan Hasil Belajar
Konsep Hak dan Kewajiban Melalui Metode Bermain Peran Pada Kelompok B di TK
Muslimat
Bermain adalah dunia kerja anak usia prasekolah dan
menjadi hak setiap anak untuk bermain, tanpa dibatasi usia. Malalui bermain,
anak dapat memiliki berbagai manfaat bagi perkembangan, aspek ini saling
menunjang satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan. Apabila hak dan kewajiban
tidak berjalan dengan seimbang, maka akan terjadi ketimpangan karena bermain
adalah aktivitas yang menyenangkan dan merupakan kebutuhan yang sudah melekat
dalam diri setiap anak. Dengan demikian anak dapat belajar berbagai
keterampilan dengan senang hati tanpa merasa terpaksa atau dipaksa untuk
mempelajarinya.
Anak–anak merupakan pembelajaran aktif yang secara
langsung mengambil pengetahuannya melalui lingkungan fisik dan sosial maupun
budaya untuk membangun pemahamannya sendiri tentang lingkungan sekitarnya.
Pengalaman yang diperoleh anak dari lingkungan fisik, sosial, dan budaya
memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi perkembangan anak. Untuk itu
peran pendidikan sangat penting diperlukan dalam pengembangan potensi anak TK,
pengembangan potensi anak TK sebagai generasi penerus bangsa dapat diupayakan
melalui pembangunan di berbagai bidang yang didukung oleh atmosfer masyarakat
belajar.
Upaya pengembangan tersebut harus
dilakukan melalui kegiatan belajar yang membuat anak senang. Dengan metode
serta strategi pembelajaran seperti itu anak memiliki kesempatan untuk menggali
potensi dirinya. Dewasa ini pertumbuhan anak TK tengah mendapatkan perhatian
serius terutama dari pemerintahan, karena disadari benar bahwa merekalah yang
akan menjadi penerus generasi yang ada sekarang. Untuk mewujudkan generasi yang
tangguh dan mampu berkompetisi diperlukan upaya pengembangan anak sesuai dengan
masa pertumbuhan dan perkembangannya. Agar semua aspek dapat berkembang dengan
baik, maka diperlukan metode pembelajaran yang khusus untuk anak TK.
Metode pembelajaran untuk anak TK harus
melibatkan adanya latihan atau pemberian pengalaman tertentu. Pemberian latihan
yang sistematis dan terprogram secara baik akan sangat mempengaruhi dalam
meningkatkan ketrampilan anak secara optimal, sebab otak seorang anak adalah
ibarat botol kosong yang siap diisi dengan segala ilmu pengetahuan dan
ketrampilan yang diberikan gurunya. Paradigma lama dengan guru sebagai pusat
kegiatan sudah mulai ditinggalkan, banyak hasil penelitian membuktikan bahwa
para guru sudah harus mengubah paradigma dalam pengajarannya.
Dalam kegiatan pembelajaran guru perlu memberikan
dorongan kepada anak didik untuk mengungkapkan kemampuannya dalam membangun
gagasan. Guru berperan sebagai fasilitator dan bertanggung jawab untuk
menciptakan situasi yang dapat menumbuhkan prakarsa, motivasi dan tanggung
jawab anak didik untuk belajar. Di samping itu guru dalam mengelola kegiatan
pembelajaran hendaknya mampu mengembangkan pola interaksi antara berbagai pihak yang terlibat didalam pembelajaran dan harus
pandai memotivasi anak didik untuk terbuka, kreatif, responsive, interaktif
dalam kegiatan pembelajaran.
Perkembangan anak dalam belajar pada usia TK mudah
menyerap segala informasi yang ada disekitarnya. TK adalah tempat belajar, anak
berkembang lewat bermain disamping itu anak diajarkan mengenal aturan, disiplin,
tanggung jawab dan kemandirian dengan cara bermain. Proses pembelajaran di TK
hendaknya diselenggarakan secara menyenangkan, inspiratif, menantang,
memotivasi anak untuk berpartisipasi aktif memberi kesempatan untuk berkreasi
dan kemandirian sesuai dengan tahap perkembangan fisik dan psikis anak. Oleh
karena itu upaya untuk meningkatkan hasil belajar konsep hak dan kewajiban anak
sangat penting. Pendidikan merupakan suatu proses sosial yang tidak dapat
terjadi tanpa interaksi antar pribadi. Belajar merupakan proses pribadi dan
juga proses sosial ketika anak berhubungan dengan anak lainnya dalam membangun
pengertian dan pengetahuan bersama. Dalam kenyataannya ketika anak memasuki
taman kanak-kanak kebanyakan diantara mereka mulai dihadapkan pada tuntutan untuk
menjadi anak yang manis, penurut dan tidak rewel. Selain itu juga berbagai
aturan aturan yang seharusnya belum perlu diterapkan pada anak mulai
bermunculan, sehingga dapat mengurangi kebebasan dalam berkreasi dan
mengekspresikan diri. Dalam kegiatan pembelajaran, anak dituntut untuk duduk,
diam dan mendengarkan tanpa diberi kesempatan untuk menuangkan ide ataupun
gagasan yang dapat mengembangkan keterampilan yang dimilikinya. Disini guru
hanya memindahkan pengetahuan atau keterampilan dari guru kepada anak
seolah-olah tugas guru memberi dan anak menerima. Anak sebagai penerima
pengetahuan dan keterampilan bersifat pasif, tanpa ada upaya memperbaiki diri.
Untuk mengoptimalkan keterampilan anak Taman
Kanak-kanak, pendidik yaitu guru dapat menggunakan metode-metode yang sesuai
dengan usia dan tahap perkembangan anak. Guru tidak cukup hanya memberikan
ceramah kepada anak dan memberitahukannya secara lisan mengenai sesuatu, karena
daya konsentrasi anak usia TK masih pendek. Selain itu kegiatan pembelajaran yang
hanya menggunakan metode ceramah tentu akan membosankan anak karena mereka
masih sangat aktif bergerak. Sebagai upaya meningkatkan hasil belajar anak
didik tentang konsep hak dan kewajiban anak didik, guru dapat menggunakan
metode bermain peran. Dengan metode bermain peran diharapkan dapat meningkatkan
hasil belajar anak tentunya dengan menggunakan strategi, materi dan media yang
menarik sehingga mudah diikuti oleh anak, karena dengan bermain peran anak akan
memiliki kesempatan menjadi pribadi yang lain dari dirinya, maupun tokoh yang
diinginkan.
Bermain peran dapat digunakan untuk mengajarkan
masalah tanggung jawab warga negara, kehidupan sosial atau konseling dalam
kelompok kecil. Metode ini memberikan kesempatan pada anak untuk mempelajari tingkah
laku manusia dan hak serta kewajiban
manusia pada umumnya. Dengan bermain peran anak dapat bereksplorasi perasaan
mereka, menghayati persepsi dan tingkah laku orang lain dan belajar terlibat
dalam pembuat keputusan. Metode ini mengajarkan bagaimana membuat keputusan
bersama dan juga mengajarkan anak untuk belajar melalui dramatisasi.
Pada
umumnya anak-anak menyukai bermain peran (dramatik) mulai dari main ibu-ibuan
dengan bonekanya, main sekolah-sekolahan atau menjadi ayah dan ibu. Bermain dramatik
semacam ini membantu anak mencoba berbagai peran yang diamatinya.
Bermain
peran mulai tampak sejalan dengan tumbuhnya kemampuan anak untuk berpikir
simbiolik. Dalam bermain peran bersama teman-teman sebaya akan menjadi tonggak
penting dalam perkembangan sosial anak. Melalui kegiatan bermain peran
diharapkan sifat egosentrisme anak akan semakin berkurang, dan anak secara
bertahap berkembang menjadi mahkluk sosial yang dapat bergaul dan menyesuaikan
diri dengan lingkungan sosialnya. Kegiatan bermain peran ditandai dengan adanya
interaksi dengan orang di sekeliling anak, sehingga akhirnya anak mampu
terlibat kerjasama dalam bermain. Seorang guru yang baik harus dapat
menciptakan iklim belajar dan mengajar yang sehat dan menyenangkan di kelasnya
sehingga bisa memberikan dorongan kepada para anak didik agar mempunyai
motivasi yang tinggi dan memberikan dorongan yang positif, karenanya guru harus
mengetahui metode pembelajaran yang tepat dalam perencanaan mengajarnya, supaya
anak dapat memahami apa yang diberikan oleh gurunya secara seksama.
Dalam
kenyataannya, proses pembelajaran di TK Muslimat masih sering ditemui adanya
kecenderungan meminimalkan keterlibatan anak didik dan sebatas hanya didominasi
guru. Dominasi guru yang sangat besar dalam proses pembelajaran menyebabkan
kecenderungan anak didik lebih bersifat pasif, sehingga mereka lebih banyak
menunggu apa yang akan disampaikan oleh guru daripada mencari dan menemukan
sendiri pengetahuan, keterampilan atau sikap yang mereka butuhkan. Hal ini
terlihat dari motivasi anak didik yang sangat rendah sehingga berpengaruh pada
hasil belajar anak didik yang sangat minimal.
Berdasarkan
pokok permasalahan tersebut, guru harus bisa menciptakan suasana di dalam
pembelajaran yang nyaman serta menyenangkan, sehingga anak didik dapat aktif
dalam proses belajar mengajar. Model pembelajaran yang digunakan harus sesuai
dan bisa memudahkan guru dalam proses pembelajaran, diharapkan dapat
meningkatkan hasil pembelajaran anak didik khususnya pada pembelajaran konsep
hak dan kewajiban pada kelompok B di TK Muslimat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar