Kontes Miss World 2013 yang telah dibuka di Nusa Dua, Bali, pada tanggal 8 September 2013 dan disiarkan secara langsung di 160 negara seluruh dunia. Banyak sekali akhir-akhir ini yang menentang tentang adanya Miss World yang akan di adakan di Indonesia. Miss World
dinilai sebagai bentuk kemerosotan moral bagi bangsa Indonesia, bangsa
yang masih kental dengan budaya ketimuran dan sopan santun serta tata
karma yang tinggi.
Sejumlah organisasi masyarakat Islam ramai-ramai memprotes Miss World. Front Pembela Islam (FPI) bahkan berkehendak mendesak membubarkannya. Alasannya kontes itu tak sejalan dengan nilai-nilai
Islam. Tak hanya FPI yang menolak, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun
menyerukan penolakan kontes Miss World digelar di Bali, dengan alasan
kontes tingkat dunia itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai
keagamaan dan mengumbar aurat sehingga dapat menimbulkan maksiat.
Dengan diselenggarakannya kontes Miss World sudah banyak sekali biaya yang dikeluarkan oleh negara. Padahal masih banyak rakyat yang tertindas tidak mampu memenuhi hak mendasar warga atas pendidikan dan kesehatan yang layak. Akankah lebih baik bila kepentingan rakyat lebih didahulukan.
Adanya Miss World budaya asli Indonesia jadi memudar. Budaya asli Indonesia mulai bergeser ketika masyarakat mulai menganggap modernitas sebagai suatu budaya yang sempurna. Dengan adanya arus globalisasi juga budaya Indonesia saat ini semakin tergerus.
Adanya Miss World bisa memudarkan adat ketimuran yang selalu diajarkan oleh budaya-budaya yang
ada di Indonesia yang menempa sikap
mental buruk masyarakat kurun waktu belakangan ini. Contohnya saat ini banyak orang yang menggunakan jejaring sosial, Berbagai macam bahasa digunakan, mulai dari bahasa yang tidak selayakya diucapkan. Jadi, sudah jarang sekali orang-orang berkomunikasi dengan bahasa yang sopan santun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar